Lihat Bagian 1 Disini
Lihat Bagian 2 Disini
Mungkin dalam beberapa hal konferensi yang diadakan saat ini mempunya sebagian akar dalam manifestasi solidaritas Asia - Afrika enam tahun lalu.
Bagaimanapun itu, faktanya adalah bahwa tiap - tiap dari anda mempunyai tanggung jawab yang berat, dan saya berdoa bahwa tanggung jawab itu akan dijalankan dengan keberanian dan kebijaksanaan.
Saya berdoa agar Konferensi Asia - Afrika ini berhasil dalam melaksanakan tugasnya.
Saudara - saudari sekalian, sukseskanlah konferensi ini! Meskipun besarnya perbedaan diantara peserta, - sukseskanlah konferensi ini!
Ya, ada perbedaan diantara kita. Siapa yang menyangkalnya? Negra kecil dan besar diwakili disini, dengan para penganut seluruh agama di bawah matahari, - Buddha, Islam, Kristen, Konghucu, Hindu, Jainisme, Sikhisme, Zoroastrianisme, Shinto, dan lain lain. Hampir setiap paham politik kita temukan disini = Demokrasi, Monarki, Teokrasi, dan berbagai paham lainnya. Dan setiap doktrin ekonomi mempunyai wakilnya dalam aula ini - Marhaenisme, Sosialisme, Kapitalisme, Komunisme, dalam berbagai variasi dan kombinasinya.
Tapi apa yang salah dengan keberagaman ini saat ada keinginan untuk bersatu? Konferensi ini bukanlah untuk saling menentang satu sama lain, ini adalah konferensi persaudaraan. Ini bukanlah Konferensi Islam, Konferensi Kristen, Konferensi Buddha. Ini bukanlah Pertemuan Melayu, Pertemuan Arab, atau pun Pertemuan Indo-Arya . Ini juga bukanlah Klub ekslusif, bukan blok yang ingin melawan blok lainnya. Melainkan ini adalah tubuh pencerahan, opini toleran yang ingin membuat dunia terkesan bahwa semua manusia dan semua negara mempunyai tempatnya di bawah matahari - untuk membuat dunia terkesan bahwa hidup bersama itu mungkin, juga saling bertemu, saling bicara tanpa kehilangan identitas diri.Selain itu untuk berkontribusi terhadap pemahaman bersama dari masalah yang menjadi kepedulian bersama, serta membangun kesadaran sejati dari interdependensi dari manusia dan negara untuk kebaikan dan keselamatan di muka bumi. Semua itu adalah mungkin.
Saya tahu bahwa Asia dan Afrika mempunyai keberagaman lebih besar dalam hal agama, paham, dan kepercayaan lebih banyak dari benua - benua lain di dunia. Tapi hal itu adalah alami! Asia dan Afrika adalah tempat kelahiran terhadap kepercayaan dan ide - ide klasik,yang tersebar di seluruh dunia. Oleh karena itu, kita harus benar - benar harus memberikan perhatian khusus untuk meyakinkan bahwa prinsip yang biasanya disebut "Hidup dan Biarkan Hidup" -- catat, saya tidak mengatakan prinsip liberalisme "Laissez Faire, Laissez Passer" yang sudah kuno -- pertama kali diterapkan seutuhnya oleh kami sedalam batas - baats Asia dan Afrika. Hanya prinsip inilah kita bisa meningkatkan hubungan kita dengan negara tetanggalah, dan juga negara - negara yang lebih jauh.
Agama merupakan kepentingan yang mendominasi khususnya dibagian dunia ini. Mungkin ada lebih banyak agama dibandingkan bagian lain di dunia ini. Tapi lagi - lagi negeri - negeri kita adalah tempat lahirnya berbagai agama. Apakah kita harus tercerai berai oleh keberagaman kehidupan agama kita? Benar sekali bahwa tiap- tiap negara mempunyai sejarahnya sendiri, raison d'ĂȘtre nya sendiri. Kebanggan khususnya adalah pada kepercayaannya sendiri, pada misinya sendiri dan kebenaran istimewa yang ingin ajarkannya. Tapi jika kita tidak menyadari bahwa semua agama besar punya satu pesan yang sama mengenai toleransi dan dalam keteguhan mereka terhadap ketaatan pada prinsip "Hidup dan Biarkan Hidup", jika pengikutnya tidak disiapkan untuk memberikan kedudukan yang sama bagi hak bagi orang lain dimana saja, jika negara tidak melakukan tugasnya untuk memastikan bahwa hak -hak yang sama diberikan kepada pengikut seluruh kepercayaan - jika hal itu terjadi berarti agama telah direndahkan dan disesatkan. Jika Negara Asia Afrika tidak menyadari tanggung jawab mereka dalam masalah ini dan bersatu untuk memenuhinya, kekuatan agama yang sangat kuat, yang seharusnya menjadi sumber kesatuan dan benteng terhadap gangguan asing, akan menyebabkan kehancuran dan bisa berakibat pada hacurnya kemerdekaan yang telah didapatkan dengan susah payah oleh sebagian besar negara - negara Asia Afrika dengan bertindak bersama.
Saudara - saudari sekalian, Indonesia adalah Asia Afrika dalam bentik yang lebih kecil. Indonesia adalah sebuah negara dengan banyak agama dan kepercayaan. Orang Indonesia ada yang Muslim, Kristen, Buddha Siwa, dan masih banyak kepercayaan lainnya. Indonesia juga punya banyak suku bangsa seperti Aceh, Batak, Sumatera Tengah, Sunda,Jawa Tengah, Madura, Toraja, Bali, dan lain sebagainya. Tapi syukurlah kami mempunyai keinginan untuk bersatu. Kami punya Pancasila. Kami mempraktekkan prinsip "Hidup dan Biarlah Hidup", kami saling toleransi. Bhinneka Tunggal Ika - Walaupun berbeda -beda tapi tetap satu - adalah motto negara indonesia. Kami adalah satu bangsa.
So, let this Asian-African Conference be a great success! Make the "Live and let live" principle and the "Unity in Diversity" motto the unifying force which brings us all together - to seek in friendly, uninhibited discussion, ways and means by which each of us can live his own life, and let others live their own lives, in their own way, in harmony, and in peace. Jadi mari kita sama - sama sukseskan Konferensi Asia Afrika ini! Buatlah prinsip "Hidup dan biarlah hidup" dan motto Bhinneka Tunggal Ika menjadi kekuatan pemersatu yang menyatukan kita semua - untuk berdiskusi dengan ramah, dengan cara dan alat yang dengannya tiap - tiap dari kita bisa menghidupkan hidup kita sendiri, dan biarkan yang lain menghidupkan hidup mereka sendiri, dalam cara mereka sendiri, dalam harmoni dan kedamaian.
Jika kita berhasil melakukan itu, dampaknya terhadap kebebasan, kemerdekaan, dan kesejahteraan rakyat akan meluas sampai ke sebagian besar dunia. Cahaya pengertian telah dinyalakan, pilar kerjasama juga sudah didirikan. Kemungkinan keberhasilan dari konferensi ini sudah dibuktikan dengan kehadiran anda semua disini hari ini. Berikanlah kekuatan untuk kita,untuk mendapatkan kekuatan inspirasi - untuk menyebarkan pesan ke seluruh dunia.
Kegagalan akan berarti bahwa cahaya pengertian yang sepertinya telah tenggelam di timur - arah cahaya yang melihat bahwa seluruh agama besar lahir disini pada masa lalu - telah dipadamkan lagi oleh awan hitam sebelum rakyat bisa mengambil keuntungan dari pancaran hangatnya.
Tapi marilah kita berdoa dan percaya diri. Kita mempunyai kesamaan dalam banyak hal.
Secara relatif, kita semua disini berkumpul sebagai tetagga. Hampir semua dari kita mempunyai pengalaman yang sama, pengalaman kolonialisme. Banyak dri kita yang mempunyai agama yang sama. Banyak dari kita mempunyai akar kebudayaan yang sama. Banyak dari kita, yang masih disebut "negara tertinggal", mempunyai masalah ekonomi yang sedikit banyak sama. jadi masing - masing dari kita bisa saling belajar dari pengalaman negara lain dan bisa saling membantu.Dan saya pikit kita juga semua juga mempunyai cita -cita kemerdekaan dan kemandirian nasional. Ya, kita punya banyak kesamaan tapi kita tidak terlalu saling mengenal.
Jika konferensi ini berhasil membuat orang - orang dari timur yang para wakilnya bertemu disini menjadi sedikit saling memahami, sedikit saling menghargai, sedikit saling bersimpati terhadap maslah yang ada - jika semua itu terjadi maka konferensi ini akan sangat bernilai, terlepas dari hal lain yang mungkin dicapai. Tapi saya harap konferensi ini akan memberikan lebih dari sekedar pemahaman dan niat baik - saya harap konferensi ini akan menyangkal dan membuat pernyataan diplomat dari jauh menjadi sekedar omong kosong belaka: "Kami akan menjadikan Konferensi Asia Afrika menjadi pesta muium teh di sore hari".Saya harap konferensi ini akan membuktikan mengenai fakta bahwa Pemimpin Asia Afrika mengerti bahwa Asia dan Afrika hanya kan bisa makmur jika kita bersatu. Bahkan keamanan dunia pun tak akan bisa dijaga tanpa Persatuan Asia Afrika. Saya harap pertemuan ini akan memberikan panduan kepada umat manusia mengenai bagaimana caranya menjaga keamanan dan kedamaian. Saya harap konferensi ini akan memberikan bukti bahwa Asia dan Afrika telah terlahir kembali, bahkan Asia baru dan Afrika baru lah yang terlahir kembali.
Tugas kita adalah untuk mendapatkan rasa saling emahami dan dari pemahaman itu akan ada rasa saling menghargai yang lebih besar, dan dari apresiasi itu akan mendatangkan tindakan kolektif. Tanam kan dalam pikiran anda kata - kata dari putra terbaik Asia "Bicara itu mudah, bertindak itu sulit, memahami itu lebih sulit. Sekali bisa memahami, tindakan itu mudah".
Itulah yang dapat saya sampaikan, Semoga perundingan kita bisa membuahkan hasil atas izin Tuhan, dan semoga kebijaksanaan anda bisa menyalakan lampu dari batu api yang sulit dari kondisi saat ini.
Janganlah kita bersusah hati atas masa lalu, tapi marilah membuka mata kita menuju masa depan. Marilah kita mengingat bahwa harga diri dari manusia menjadi ternoda selama negara atau sebagian negara masih belum merdeka. Marilah kita mengingat bahwa tujuan tertinggi dari manusia adalah pembebasan dari belenggu ketakutan, belenggu dari degradasi manusia, belenggu kemiskinan - pembebasan manusia dari belenggu fisik, spiritual, dan intelektual yang telah lama menghambat pembangunan mayoritas manusia.
And let us remember, Sisters and Brothers, that for the sake of all that, we Asians and Africans must be united. As President of the Republic of Indonesia, and on behalf of the eighty million people of Indonesia, I bid you welcome to this country. I declare the Asian-African Conference opened, and I pray that the Blessing of God will be upon it, and that its discussions will be profitable to the peoples of Asia and Africa, and to the peoples of all nations! Dan marilah kta mengingat, saudara saudari, bahwa untuk mencapai itu semua kita, Asia dan Afrika, harus bersatu. Sebagai Presiden Republik Indonesia, dan atas nama delapan puluh juta rakyat Indonesia. Saya ucapkan selamat datang di Indonesia. Saya nyatakan bahwa Konfereni Asia Afrika dibuka. saya doakan semoga Tuhan memberkahi konferensi ini dan semoga diskusi ini akan menguntungkan Orang -orang Asia dan Afrika.
Bismillah !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar